March 8, 2010

Hella – Nama untuk 10 pangkat 27

Sebuah kampanye untuk nama "hella" bisa jadi akan bergabung dengan kelompok "kilo", "mega" dan "giga" sebagai awalan yang diterima secara internasional.

Lebih dari 20.000 ilmuwan, mahasiswa dan anggota masyarakat telah menandatangani petisi dukungan online untuk kuantitas baru itu, yang akan digunakan untuk menggambarkan angka dengan 27 angka nol setelah angka pertama.

Saat ini awalan tertinggi yang diperbolehkan oleh Sistem Satuan Internasional (SI) adalah "yotta" untuk 24 nol.

Austin Sendek, mahasiswa fisika di Universitas California yang memulai kampanye itu mengatakan, perkembangan ilmiah baru-baru memerlukan skala pengukuran diperpanjang.

"Analisis dari banyak fenomena fisika alam menunjukkan jumlah yang melebihi 27 angka, jumlah yang saat ini diabaikan oleh sistem SI," tulisnya menguraikan kasus petisi untuk hella.

"Menunjuk nama untuk 10 X 27 adalah sangat penting bagi para ilmuwan di segala bidang. Angka itu penting dalam banyak perhitungan, termasuk daya dari matahari, jarak antar galaksi, atau jumlah atom dalam sampel yang besar."

Jumlah energi yang dilepaskan oleh matahari akan lebih enak dinyatakan sebagai 0,3 hellawatts dibandingkan 300 yottawatts, ia menambahkan.

Hella adalah bahasa slang California Utara untuk "sangat" atau "banyak". Sendek dan para pendukungnya berpendapat bahwa adopsi itu akan menjadi kehormatan bagi penduduk wilayah itu.

Jika perubahan disetujui, maka hella akan menjadi awalan SI baru pertama yang diperkenalkan sejak tahun 1991, ketika Komite Internasional untuk Berat dan Ukuran menyetujui yotta dan zetta (untuk 21 nol).

 

sumber:http://inilah.com/news/read/teknologi/2010/03/05/382471/1000000000000000000000000000-namanya-apa/

March 7, 2010

NASA Luncurkan Satelit untuk Mengantisipasi Tornado

TEMPO Interaktif, Cape Canaveral - Beberapa pekan terakhir, Andre' Dress selalu memelototi satelit setinggi 4 meter. Geostationary Operational Environmental Satellite-P atau GOES-P, nama satelit itu, kini sudah mengambil ancang-ancang di Launch Complex 37, Cape Canaveral Air Force Station, Florida. "Banyak orang berharap satelit ini segera diluncurkan," kata Dress, yang menjadi deputi manajer proyek GOES-P, kemarin.

GOES-P memang jadi benda angkasa yang amat berharga bagi ahli iklim dan ilmuwan lain. Maklum, satelit ini bertugas memantau cuaca, membantu operasi angkasa, dan meneliti matahari. Tak hanya itu, satelit juga akan memasok data bagi National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Satelit yang rencananya diluncurkan pada 4 Maret waktu Florida itu akan mengganti satelit cuaca Amerika Serikat yang mendekati uzur.

Kemarin, Dress melakukan hitungan mundur bagi satelit yang sering disebut sebagai mata langit ini di Cape Canaveral. National Aeronautics and Space Administration (NASA) terus menyiapkan peluncuran proyek berbiaya US$ 499 juta ini. Jika berhasil, "GOES menjadi dasar NOAA dalam memantau dan melaporkan kondisi udara yang menimbulkan bencana, tornado, banjir, dan bencana lainnya," kata Steve Kirkner, Program Manager GOES Goddard Space Flight Center, NASA, di Maryland.

Seperti dua seri sebelumnya, GOES-P akan diluncurkan menggunakan roket Delta IV. Peluncuran dilakukan United Launch Alliance for Boeing Launch Services di bawah izin FAA dan dipandu NASA Goddard Space Flight Center, Greenbelt, Md. Dari lokasi orbitnya di atas bumi, satelit akan memasok data cuaca, merekam dan memberi peringatan dini, serta peringatan cuaca buruk. GOES-P juga mendeteksi suhu lautan dan tanah, memantau cuaca angkasa, me-relay komunikasi, dan mendukung proses search-and-rescue.

Ahli meteorologi bisa membuat prakiraan cuaca berdasarkan gambar yang dibuat alat Imager. Alat ini memindai wilayah bumi tertentu menggunakan instrumen multichannel, yang bergerak sesuai dengan jalur timur ke barat dan barat ke timur dengan pemindai cermin sumbu utara ke selatan.

Peranti ini bisa membuat gambar permukaan bumi, gambar koordinat garis bumi, dan berbagai ukuran gambar wilayah bumi dengan sistem pemindai fleksibel. Pemindai wilayah tertentu memonitor fenomena lokal dan determinasi angin yang akurat. Hasil pemindaian berupa mendung, suhu permukaan, uap air, angin, api, dan asap.

Perincian data dan analisis matematis dari gambar mendung muncul dari channel radiometer. Sounder terdiri atas 19 channel berdasarkan panjang gelombang yang bisa terpantau penyaring spectral. Channel pertama bisa memindai pada panjang gelombang 15 mikron. Roda putar memungkinkan sistem pemindai fleksibel. Penyaring spectral mengirim data ke rangkaian detektor, yang kemudian membentuk gambar deteksi inframerah.

Ketika cuaca buruk, sensor bahaya bisa terlacak oleh tiga alat dalam Space Environment Monitor (SEM). Ketiga kelompok alat itu adalah paket sensor energi partikel atau energetic particle sensor (EPS), dua sensor magnetometer, dan satu sensor pancaran sinar-X (XRS). Beroperasi sepanjang waktu, SEM menyediakan data real-time ke Space Weather Prediction Center di Boulder, Colorado.

EPS secara akurat menyediakan data jumlah partikel melalui jangkauan energi luar, termasuk proton, elektron, dan partikel Alfa serta dasar dari peringatan operasional dan peringatan kondisi bahaya.

Sensor magnetometer dapat beroperasi sendiri dan terus-menerus bergerak mengikuti arah dan pergerakan medan geomagnetik bumi. Satu dari dua sensor berfungsi sebagai pendeteksi variasi medan magnet dekat pesawat udara, penyedia laporan peringatan akibat guncangan angin, atau gerakan mendadak yang mengguncang magnetisfer, dan aktivitas geomagnetik level terkecil. Sensor magnetometer kedua, yang memiliki kalibrasi data lebih baik, menjadi cadangan apabila sensor pertama gagal.

XRS merupakan teleskop sinar-X yang mengamati dan mengukur pancaran emisi sinar-X dalam dua jangkauan, yakni 0,05-0,3 nanometer dan 0,1-0,8 nanometer. Alat ini mengukur intensitas dan durasi pancaran cahaya secara terus-menerus dan menyiapkan peringatan sebagai respons potensi kejadian geofisika, seperti perubahan kondisi ionosfer, yang dapat mengganggu komunikasi radio dan sinyal global positioning system (GPS).
Dengan data yang dikirimkan satelit, pusat pantauan cuaca di bumi bisa menerima, memonitor, dan menginterpretasikan berbagai jenis data terestrial cahaya dan laporan masalah, sinyal bahaya, peringatan, serta memantau kejadian spesial, seperti badai geomagnetik dan pembakaran matahari. Data gambar dan teks dikirim menggunakan jaringan cepat informasi cuaca Emergency Managers Weather Information Network. Data dikirimkan melalui sistem transmisi melalui Low Rate Information Transmission atau sistem Weather Facsimile.
Teleskop lima channel EUV merupakan peranti baru dalam GOES-NO/P/Q. Ini mengukur energi cahaya ultraviolet dalam kondisi lima panjang gelombang dari 10 sampai 126 nanometer. Sensor EUV memantau pancaran langsung energi matahari yang memancar di atas atmosfer dan membentuk ionosfer.

Tak hanya cuaca di bumi, satelit ini juga memantau pancaran sinar-X dari matahari. Alat Solar X-Ray Imager (SXI) terus-menerus memonitor kondisi dan aktivitas sinar matahari. Setiap menit SXI memasok gambar permukaan matahari dari pengumpulan data pancaran sinar-X, yang diterima peranti penangkap. Ini akan menyuplai informasi ramalan dan kondisi bahaya yang bisa mengancam aktivitas udara dan darat.

Sumber :http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2010/03/05/brk,20100305-230308,id.html

February 28, 2010

Teori Awal dari Kehidupan

lPertanyaan yang mungkin tidak bisa terjawab sampai saat ini adalah dari mana Kehidupan itu bermula. Bagi kita yang beragama Islam mungkin ini dapat dijawab dengan mudah. Tetapi bagaimana bila kita melihatnya dari pandangan Ilmiah. Inilah Infonya :

Berbagai teori asal-usul kehidupan telah disusun oleh para pakar tetapi belum ada satupun teori yang diterima secara memuaskan oleh semua pihak:

Teori tentang asal-usul kehidupan yang pernah disusun oleh para ahli di antaranya:
1. Kehidupan diciptakan oleh zat supranatural (ghalib) pada saat istimewa (teori kreasi khas)
2. Kehidupan muncul dari benda tak hidup pada berbagai kesempatan (teori generatio spontanea)
3. Kehidupan tidak berasal-usul (keadaan mantap)
4. Kehidupan datang di planet ini dari mana saja (teori kosmozoan)
5. Kehidupan muncul berdasar hukum fisika-kimia (evolusi biokimia)


TEORI ABIOGENESIS


Tokoh teori Abiogenesis adalah Aristoteles (384-322 SM). Dia adalah seorang filosof dan tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno. Teori Abiogenesis ini menyatakan bahwa makhluk hidup yang pertama kali menghuni bumi ini berasal dari benda mati.

Sebenarnya Aristoteles mengetahui bahwa telur-telur ikan apabila menetas akan menjadi ikan yang sifatnya sama seperti induknya. Telur-telur tersebut merupakan hasil perkawinan dari induk-induk ikan. Walau demikian, Aristoteles berkeyakinan bahwa ada ikan yang berasal dari Lumpur.
Bagaimana cara terbentuknya makhluk tersebut ? Menurut pengzanut paham abiogenesis, makhluk hidup tersebut terjadi begitu saja atau secara spontan. Oleh sebab itu, paham atau teori abiogenesis ini disebut juga paham generation spontaneae.


Jadi, kalau pengertian abiogenesis dan generation spontanea kita gabungkan, mak pendapat paham tersebut adalah makhluk hidup yang pertama kali di bumi tersebut dari benda mati / tak hidup yang terkjadinya secara spontan, misalnya :
  1. ikan dan katak berasal dari Lumpur.
  2. Cacing berasal dari tanah, dan
  3. Belatung berasal dari daging yang membusuk.
Paham abiogenesis bertahan cukup lama, yaitu semenjak zaman Yunani Kuno (Ratusan Tahun Sebelum Masehi) hingga pertengahan abad ke-17.
Pada pertengahan abad ke-17, Antonie Van Leeuwenhoek menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk mengamati benda-benda aneh yang amat kecil yang terdapat pada setetes air rendaman jerami. Oleh para pendukung paham abiogenesis, hasil pengamatan Antonie Van Leeuwenhoek ini seolah-olah memperkuat pendapat mereka


TEORI BIOGENESIS




Walaupun telah bertahan selama ratusan tahun, tidak semua orang membenarkan paham abiogenesis. Orang –orang yang ragu terhadap kebenaran paham abiogenesis tersebut terus mengadakan penelitian memecahkan masalah tentang asal usul kehidupan. Orang-orang yang tidak puas terhadap pandangan Abiogenesis itu antara lain Francesco Redi (Italia, 1626-1799), dan Lazzaro Spallanzani ( Italia, 1729-1799), dan Louis Pasteur (Prancis, 1822-1895). Beredasarkan hasil penelitian dari tokoh-tokoh ini, akhirnya paham Abiogenesis / generation spontanea menjadi pudar karena paham tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

a) Percobaan Francesco Redi ( 1626-1697)

Untuk menjawab keragu-raguannya terhadap paham abiogenesis, Francesco Redi mengadakan percobaan. Pada percobaannya Redi menggunakan bahan tiga kerat daging dan tiga toples. Percobaan Redi selengkapnya adalah sebagai berikut :

· Stoples I : diisi dengan sekerat daging, ditutup rapat-rapat.
· Stoples II :diisi dengan sekerat daging, dan dibiarkan tetap terbuka.
· Stoples III : disi dengan sekerat daging, dibiarkan tetap terbuka.

Selanjutnya ketiga stoples tersebut diletakkan pada tempat yang aman. Setelah beberapa hari, keadaan daging dalam ketiga stoples tersebut diamati.
Danhasilnya sebagai berikut:

· Stoples I : daging tidak busuk dan pada daging ini tidak ditemukan jentik / larva atau belatung lalat.

· Stoples II : daging tampak membusuk dan didalamnya ditemukan banyak larva atau belatung lalat.
Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Francesco redi menyimpulkan bahwa larva atau belatung yang terdapat dalam daging busuk di stoples II dan III bukan terbentuk dari daging yang membusuk, tetapi berasal dari telur lalat yang ditinggal pada daging ini ketika lalat tersebut hinggap disitu. Hal ini akan lebih jelas lagi, apabila melihat keadaan pada stoples II, yang tertutup kain kasa. Pada kain kasa penutupnya ditemukan lebih banyak belatung, tetapi pada dagingnya yang membusuk belatung relative sedikit.

B) percobaan Lazzaro Spallanzani ( 1729-1799)

Seperti halnya Francesco Redi, Spallanzani juga menyangsikan kebenaran paham abiogeensis. Oleh karena itu, dia mengadakan percobaan yang pada prinsipnya sama dengan percobaan Francesco Redi, tetapi langkah percobaan Spallanzani lebih sempurna.

Sebagai bahan percobaannya, Spallanzani menggunakan air kaldu atau air rebusan daging dan dua buah labu. Adapun percoban yang yang dilakukan Spallanzani selengkapnya adalah sebagai berikut :

· Labu I : diisi air 70 cc air kaldu, kemudian dipanaskan 15oC selama beberapa menit dan dibiarkan tetap terbuka.

· Labu II : diisi 70 cc air kaldu, ditutup rapat-rapat dengan sumbat gabus. Pada daerah pertemuan antara gabus dengan mulut labu diolesi paraffin cair agar rapat benar. Selanjutnya, labu dipanaskan.selanjutnay, labu I dan II didinginkan. Setelah dingin keduanya diletakkan pada tempat terbuka yang bebas dari gangguan hewan dan orang. Setelah lebih kurang satu minggu, diadakan pengamatan terhadap keadaan air kaldu pada kedua labu tersebut.
Hasil percobaannya adalah sebagai berikut :

· Labu I : air kaldu mengalami perubahan, yaitu airnya menjadi bertambah keruh dan baunya menjadi tidak enak. Setelah diteliti ternyata air kaldu pada labu I ini banyak mengandung mikroba.
· Labu II : air kaldu labu ini tidak mengalami perubahan, artinya tetap jernih seperti semula, baunya juga tetap serta tidak mengandung mikroba. Tetapi, apabila labu ini dibiarkan terbuka lebih lama lagi, ternyata juga banyak mengandung mikroba, airnya berubah menjadi lebih keruh serta baunya tidak enak (busuk).
Teori Redi
Berdasarkan hasil percobaan tersebut, Lazzaro Spallanzani menyimpulkan bahwa mikroba yang ada didalam kaldu tersebut bukan berasal dari air kaldu (benda mati), tetapi berasal dari kehidupan diudara. Jadi, adanya pembusukan karena telah terjadi kontaminasi mikroba darimudara ke dalam air kaldu tersebut.
Pendukung paham Abiogenesis menyatakan keberatan terhadap hasil eksperimen Lazzaro Spallanzani tersebut. M,enurut mereka untuk terbentuknya mikroba (makhluk hidup) dalam air kaldu diperlukan udara. Dengan pengaruh udara tersebut terjadilah generation spontanea.

c) Percobaan Louis Pasteur (1822-1895)

Dalam menjawab keraguannya terhadap paham abiogenesis. Pasteur melaksanakan percobaan untuk menyempurnakan percobaan Lazzaro Spallanzani. Dalam percobaanya, Pasteur menggunakan bahan air kaldu dengan alat labu. Langkah-langkah percobaan Pasteur selengkapnya adalah sebagai berikut :

·Langkah I : labu disi 70 cc air kaldu, kemudian ditutup rapat-rapat dengan gabus. Celah antara gabus dengan mulut labu diolesi dengan paraffin cair. Setelah itu pada gabus tersebut dipasang pipa kaca berbentuk leher angsa. Lalu, labu dipanaskan atau disterilkan.

 Langkah II : selanjutnya labu didinginkan dan diletakkan ditempat yang aman. Setelah beberapa hari, keadaan air kaldu diamati. Ternyata air kaldu tersebut tetep jernih dan tidak mengandung mikroorganisme.

 Langkah III : labu yang air kaldu didalamnya tetap jernih dimiringkan sampai air kaldu didalamnya mengalir kepermukaan pipa hingga bersentuhan dengan udara. Setelah itu labu diletakkan kembali pada tempat yang aman selama beberapa hari. Kemudian keadaan air kaldu diamati lagi. Ternyata air kaldu didalam labu meanjadi busuk dan banyak mengandung mikroorganisme.

Cawan "S" louis pasteur
Melaui pemanasan terhadap perangkat percobaanya, seluruh mikroorganisme yang terdapat dalam air kaldu akan mati. Disamping itu, akibat lain dari pemanasan adalah terbentuknya uap air pada pipa kaca berbentuk leher angsa. Apabila perangkat percobaan tersebut didinginkan, maka air pada pipa akan mengembun dan menutup lubang pipa tepat pada bagian yang berbentuk leher. Hal ini akan menyebabkan terhambatnya mikroorganisme yang bergentayangan diudara untuk masuk kedalam labu. Inilah yang menyebabkan tetap jernihnya air kaldu pada labu tadi.
Pada saat sebelum pemanasan, udara bebas tetap dapat berhubungan dengan ruangan dalam labu. Mikroorganisme yang masuk bersama udara akan mati pada saat pemanasan air kaldu.

Setelah labu dimiringkan hingga air kaldu sampai kepern\mukan pipa, air kaldu itu akan bersentuhan dengan udara bebas. Disini terjadilah kontaminasi mikroorganisme. Ketika labu dikembalikan keposisi semula (tegak), mikroorganisme tadi ikut terbawa masuk. Sehingga, setelah labu dibiarkan beberapa beberapa waktu air kaldu menjadi akeruh, karena adanya pembusukan oleh mikrooranisme tersebut. Dengan demikian terbuktilah ketidak benaran paham Abiogenesis atau generation spontanea, yangmenyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati yang terjadi secara spontan.

Berdasarkan hasil percobaan Redi, Spallanzani, dan Pasteur tersebut, maka tumbanglah paham Abiogenesis, dan munculah paham/teori baru tentang asal usul makhluk hidup yang dikenal dengan teori Biogenesis. Teori itu menyatakan :
omne vivum ex ovo = setiap makkhluk hidup berasal dari telur.

Omne ovum ex vivo = setiap telur berasal dari makhluk hidup, dan

Omne vivum ex vivo = setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.
Walaupun Louis Pasteur dengan percobaannya telah berhasil menumbangkan paham Abiogenesis atau generation spontanea dan sekaligus mengukuhkan paham Biogenesis, belum berarti bahwa masalah bagaimana terbentuknya makhluk hidup yang pertama kali terjawab.
Disamping teori Abiogenesis dan Biogenesis, masih ada lagi beberapa teori tentang asal usul kehidupan yang dikembangkan pleh beberapa Ilmuwan, diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Teori kreasi khas, yang menyatakan bahwa kehidupan diciptakan oleh zat supranatural (Ghaib) pada saat yang istimewa.
  2. Teori Kosmozoan, yang menyatakan bahwa kehidupan yang ada di planet ini berasal dari mana saja.
  3. Teori Evolusi Kimia, yang menyatakan bahwa kehidupan didunia ini muncul berdasarkan hukum Fisika Kimia.
  4. Teori Keadaan Mantap, menyatakan bahwa kehidupan tidak berasal usul.
TEORI EVOLUSI KIMIA



Ketidakpuasan para Ilmuwan terhadap apa yang dikemukakan para tokoh teori Abiogenesis maupun Biogenesis mendorong para Ilmuwan lain untuk terus mengadakan penelitian tentang asal usul kehidupan. Antara pakar-pakar tersebut antara lain :

Harold Urey, Stanley Miller, dan A.I.Oparin. mereka berpendapat bahwa organisme terbentuk pertama kali di bumi ini berupa makhluk bersel satu. Selanjutnya makhluk tersebut mengalami evolusi menjadi berbagai jenis makhluk hidup seperti Protozoa, Porifera, Coelenterata, Mollusca, dan lain-lain.

Para pakar biologi, astronomi, dan geologi sepakat, bahwa planet bumi ini terbentuk kira-kira antara 4,5-5 miliar tahun yang lalu. Keadaan pada saat awal terbentuknya sangat berbeda denagn keadaan pada saat ini. Pada saat itu suhu planet bumi diperkirakan 4.000-8.000oC. pada saat mulai mendingin, senyawa karbon beserta abeberapa unsur logam mengembun membentuk inti bumi, sedangkan permukaannya tetap gersang, tandus, dan tidak datar. Karena adanya kegiatan vulkanik, permukaan bumi yang masih lunak tersebut bergerak dan berkerut terus menerus. Ketika mendingin, kulit bumi tampak melipat-lipat dan pecah.

Pada saat itu, kondisi atmosfer bumi juga berbeda denagn kondisi saat ini. Gas-gas ringan seperti Hidrogen (H2), Nitrogen (N2), Oksigen (O2), Helium (He), dan Argon (Ar) lepas meninggalkan bumi akrena gaya gravitasi bumi tidak mampu manahannya. Dia atmosfer juga terbentuk senaywa-senyawa sederhana yang mengandung unsure-unsur tersebut, seperti uap air (H2O), Amonia (NH3), Metan (CH4), dan Karbondioksida (CO2). Senyawa sederhana tersebut tetap berbentuk uap dan tertahan dilapisan atas atmosfer. Ketuika suhu atmosfer turun sekitar 100oC terjadilah hujan air mendidih. Peristiwa ini berlangsung selama ribuan tahun. Dalam keadaan semacam ini pasti bumi saat itu belum dihuni kehidupan. Namun, kondisi semacam itu memungkinkan berlangsungnya reaksi kimia, karena teredianya zat (materi) dan energi yang berlimpah.

Timbul pertanyaan, bagaimana proses terjadinya kehidupan dibumi ini ? Pwertanyaan inilah yang mendorong beberapa Ilmuwan untuk mengemukakan pendapat serta melakukan experiment. Di antara Ilmuwan tersebut antara lain Harold Urey dan Stanley Miller.


A) Teori Evolusi Kimia Menurut Harold Urey (1893)
H. Urey

Harold Urey adalah ahli Kimia berkebangsaan Amerika Serikat. Dia menyatakan bahwa pada suatu saat atmosfer bumi kaya akan molekul zat seperti Metana (CH4), Uap air (H2O), Amonia(NH2), dan karbon dioksida (CO2) yang semuanya berbentuk uap. Karena adanya pengaruh energi radiasi sinar kiosmis serta aliran listrik halilintar terjadilah reaksi diantara zat-zat tersebut menghasilkan zat-zat hidup. Teori evolusi Kimia dari Urey tersebut biasa dikenal dengan teori Urey.

Menurut Urey, zat hidup yang pertama kali terbentuk mempunyai susunan menyerupai virus saat ini. Zat hidup tersebut selama berjuta-juta tahun mengalami perkembangan menjadi berbagai jenis makhluk hidup. Menurut Urey, terbentuknya makhluk hidup dari berbagai molekul zat di atmosfer tersebut didukung kondisi sebagai berikut :


a) kondisi 1 : tersedianya molekul-molekul Metana, Amonia, Uap air, dan hydrogen yang sangat banyak di atmosfer bumi
b) kondisi 2 : adanya bantuan energi yang timbul dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmis yang menyebabkan zat-zat tersebut bereaksi membentuk molekul zat yang lebih besar,
c) kondisi 3 : terbentuknya zat hidup yang paling secerhana yang susunan kimianay dapat disamakan dengan susunan kimia virus, dan
d) kondisi 4 : dalam jangka waktu yang lama (berjuta-juta tahun), zat idup yang terbentuk tadi berkembang menjadi seejnis organisme (makhluk hidup yang lebih kompleks).

B) Eksperimen Stanley Miller
Miller adalah murid Harold Urey yang juga tertarik terhadap masalah asal usul kehidupan. Didasarkan informasi tentang keadaan planet bumi saat awal terbentuknya, yakni tentang keadaan suhu, gas-gas yang terdapat pada atmosfer waktu itu, dia mendesain model alat laboratorium sederhana yang dapat digunakan untuk membuktikan hipotesis Harold Urey.

Kedalam alat yang diciptakannya, Miller memasukan gas Hidrogen, Metana, Amonia, dan Air. Alat tersebut juaga dipanasi selama seminggu, sehingga gas-gas tersebut dapat bercampur didalamnya. Sebagai pengganti energi aliran listrik halilintar, Miller mengaliri perangkat alat tersebut dengan loncatan listrik bertegangan tinggi. Adanya aliran listrik bertegangan tinggi tersebut menyebabkan gas-gas dalam alat Miller bereaksi membentuk suatu zat baru. Kedalam perangkat juga dilakukan pendingin, sehingga gas-gas hasil reaksi dapat mengembun.

Pada akhir minggu, hasil pemeriksaan terhadap air yang tertampung dalam perangkap embun dianalisis secar kosmografi. Ternyata air tersebut mengandung senyawa organic sederhana, seperti asam amino, adenine, dan gula sederhana seperti ribose. Eksperimen Miller ini dicoba beberapa pakar lain, ternyata hasilnya sama. Bial dalam perangkat eksperimen tersebut dimasukkan senyawa fosfat, ternyata zat-zat yang dihasilkan mengandung ATP, yakni suatu senyawa yang berkaitan dengan transfer energi dalam kehidupan. Lembaga cpenelitian lain, dalam penelitiannya menghasilkan senyawa-senyawa nukleotida.

Nukleotida adalah suatu senyawa penyusun utama ADN (Asam Deoksiribose Nukleat) dan ARN (Asam Ribose Nukleat), yaitu senaywa khas dalam inti sel yang mengendalikan aktivitas sel dan pewarisan sifat.

Contoh alat experiment Urey

Eksperimen Miller dapat memberiakn petunjuk bahwa satuan- satuan kompleks didalam sistem kehidupan seperti Lipida, Karbohidrat, Asam Amino, Protein, Mukleotida dan lain-lainnya dapat terbentuk dalam kondisi abiotik. Teori yang terus berulang kali diuji ini diterima para ilmuwan secara luas. Namun, hingga kini masalah utama tentang asal-usul kehidupan tetap merupakan rahasia alam yang belum terjawab. Hasil yang mereka buktikan barulah mengetahui terbentuknya senyawa organik secara bertahap, yakni dimulai dari bereaksinya gas-gas diatmosfer purba dengan energi listrik halilintar. Selanjutnay semua senyawa tersebut bereaksi membentuk senyawa yang lebih kompleks dan terkurung dilautan. Akhirnay membentuk senyawa yang merupakan komponen sel.

TEOI EVOLUSI BIOLOGI



Oparin Alexander Oparin adalah Ilmuwan Rusia. Didalam bukunya yang berjudul The Origin of Life(Asal Usul Kehidupan). Oparin menyatakan bahwa paad suatu ketika atmosfer bumi kaya akan senyawa uap air, CO2, CH4, NH3, dan Hidrogen. Karena adanya energi radiasi benda-benda angkasa yang amat kaut, seperti sinar Ultraviolet, memungkinkan senyawa-senyawa sederhana tersebut membentuk senyawa organik atau senyawa hidrokarbon yang lebih kompleks. Proses reaksi tersebut berlangsung dilautan.

Senyawa kompleks yang mula-mula terbentuk diperkirakan senyawa aseperti Alkohol (H2H5OH), dan senyawa asam amino yang paling sederhana. Selama berjuta-juta tahun, senyawa sederhana tersebut bereaksi membenrtk senyawa yang lebih kompleks, Gliserin, Asam organik, Purin dan Pirimidin. Senyawa kompleks tersebut merupakan bahan pembentuk sel.
Menurut Oparin senyawa kompleks tersebut sangat berlimpah dilautan maupun di permukaan daratan. Adanya energi yang berlimpah, misalnya sinar Ultraviolet, dalam jangka waktu yang amat panjang memungkinkan lautan menjadi timbunan senyawa organik yang merupakan sop purba atau Sop Primordial.

Senyawa kompleks yang tertimbun membentuk sop purba di lautan tersebut selanjutnya berkembang sehingga memiliki kemampuan dan sifat sebagai berikut :

A. memiliki sejenis membran yang mampu memisahkan ikatan-ikatan kompleks yang terbentuk dengan molekul-molekul organik yang terdapat disekelilingnya;
B. memiliki kemampuan untuk menyerap dan mengeluarkan molekul-molekul dari dan ke sekelilingnya;
C. memiliki kemampuan untuk memanfaatkan molekul-molekul yang diserap sesuai dengan pola-pola ikatan di dalamnya;
D. mempunyai kemampuan untuk memisahkan bagian-bagian dari ikatan-ikatannya. Kemampuan semacam ini oleh para ahli dianggap sebagai kemampuan untuk berkembang biak yang pertama kali.
Teori Opirin
Senyawa kompleks dengan sifat-sifat tersebut diduga sebagai kehidupan yang pertama kali terbentuk. Jadi senyawa kompleks yang merupakan perkembangan dari sop purba tersebut telah memiliki sifat-sifat hidup seperti nutrisi, ekskresi, mampu mengadan metabolisme, dan mempunayi kemampuan memperbanyak diri atau reproduksi.

Walaupun dengan adanya senyawa-senyawa sederhana serta energi yang berlimpah sehingga dilautan berlimpah senyawa organik yang lebih kompleks, namun Oparin mengalami kesulitan untuk menjelaskan mengenai mekanisme transformasi dari molekul-molekul protein sebagai abenda tak hidup kebenda hidup. Bagaimana senyawa-senyawa organik sop purba tersebut dapat memiliki kemampuan seperti tersebut diatas ? Oparin menjelaskan sebagai berikut :

Protein sebagai senyawa yang bersifat Zwittwer Ion, dapat membentuk kompleks koloid hidrofil (menyerap air), sehingga molekul protein tersebut dibungkus oleh molekul air. Gumpalan senyawa kompleks tersebut dapat lepas dari cairan dimana dia berada dan membentuk emulsi. Penggabunagn struktur emulsi ini akan menghasilkan koloid yang terpiah dari fase cair dan membentuk timbuna gumpalan atau Koaservat.

Timbunan Koaservat yang kaya berbagai kompleks organik tersebut memungkinkan terjadinya pertukaran substansi dengan lingkungannya. Di samping itu secara selektif gumpalan Koaservat tersebut memusatkan senyawa-senyawa lain kedalamnya terutama Kristaloid. Komposisi gumpalan koloid tersebut bergantung kepada komposisi mediumnay. Denagn demikian, perbedaan komposisi medium akan menyebabkan timbulnya variasi pada komposisi sop purba. Variasi komposisi sop purba diberbagai areal akan mengarah kepada terbentuknya komposisi kimia Koaservat yang merupakan penyedia bahan mentah untuk proses biokimia.

Tahap selanjutnya substansi didalam Koaservat membentuk enzim. Di sekeliling perbatasan antara Koaservat dengan lingkungannya terjadi penjajaran molekul-molekul Lipida dan protein sehingga terbentuklah selaput sel primitif. Terbentuknya selaput sel primitif ini memungkinkan memberikan stabilitas pada koaservat. Dengan demikian, kerjasama antara molekul-molekul yang telah ada sebelumnya yang dapat mereplikasi diri kedalam koaservat dan penagturan kembali Koaservat yang terbungkus lipida amat mungkin akan mnghasilkan sel primitif.

Kemampuan koaservat untuk menyerap zat-zat dari medium memungkinkan bertambah besarnya ukuran koaservat. Kemungkinan selanjutnya memungkinkan terbentuknya organisme Heterotropik yang mampu mereplikasi diri dan mendapatkan bahan makanan dari sop Primordial yang kaya akan zat-zat organik.

Teori evolusi biologi ini banyak diterima oleh para Ilmuwan. Namun, tidak sedikit Ilmuwan yang membantah tentang interaksi molekul secara acak yang dapat menjadi awal terbentuknya organisme hidup.

Teori evolusi kimia dan teori evolusi biologi banyak pendukungnya, namun baru teori evolusi kimia yang telah dibuktikan secara eksperimental, sedangkan teori evolusi biologi belum ada yang menguji secara eksperimental.

Seandainya apa yang dikemukakan dua teori tersebut benar, tetapi belum mampu menjelaskan bagaimana dan dari mana kehidupan diplanet bumi ini pertama kali muncul. Yang perlu diingat adalah bahwa kehidupan adalah tidak hanya menyangkut masalah replikas; (penggandaan diri) atau masalah kehidupan biologis saja, tetapi juga menyangkut masalah kehidupan rohani. Tentang teori asal usul kehidupan yang menyatakan organisme pertamakali terbentuk dilautan bisa dipahami dari sudut biologi, karena molekul-molekul organik yang merupakan sop purba itu tertumpuk dilaut.

Sumber :
http://gurungeblog.wordpress.com/2009/01/02/asal-usul-kehidupanteori-generatio-spontaneateori-evolusi-biokimia/
http://annilasyiva.multiply.com/journal/item/37

February 27, 2010

Bahan Bakar dari Karbondioksida

Karbondioksida adalah salah satu gas rumah kaca. Gas ini menyebabkan panas yang berasal dari matahari terperangkap di dalam Bumi. Nah, tanggal 9 desember 2009 kemarin para peneliti dari UCLA Hendry Samueli Sekolah teknik dan Sains Terapan mengumumkan bahwa gas karbondoiksida ini dapat di buat bahan bakar cair. Bahan bakar itu adalah Isobutanol yang bisa dijadikan Alternatif pengganti Bensin. Proses ini berlangsung menggunakan energi matahari melalui Fotosintesis.

Tentu penemuan ini memiliki keuntungan salah satunya dapat mengurangi dampak pemanasan Global.

Prosesnya seperti ini. Pertama, bakteri itu mendaur ulang karbon dioksida, mengurangi emisi gas rumah kaca akibat pembakaran bahan bakar fosil. Kedua, menggunakan energi matahari untuk mengubah karbon dioksida menjadi bahan bakar cair yang dapat digunakan dalam infrastruktur energi yang ada, termasuk di sebagian besar mobil.

Sementara alternatif lain adalah  biofuel yang berasal dari tanaman atau dari ganggang, kedua proses ini membutuhkan beberapa langkah-langkah perantara sebelum perbaikan ke bahan bakar dapat digunakan.

“Pendekatan baru ini menghindari kebutuhan untuk biomassa dekonstruksi, baik dalam kasus cellulosic ganggang biomassa atau biomassa, yang merupakan penghalang ekonomi utama untuk produksi biofuel,” kata ketua tim James C. Liao, Chancellor’s Guru Besar Kimia dan Teknik Biomolecular di UCLA dan associate direktur UCLA-Departemen Energi Institute for Genomics dan Proteomika. “Oleh karena itu, ini berpotensi jauh lebih efisien dan lebih murah dibandingkan dengan pendekatan.”

Menggunakan cyanobacterium Synechoccus elongatus, para peneliti genetik meningkatkan kuantitas karbon dioksida-fixing dengan metode RuBisCO enzim. Kemudian mereka disambung gen dari bakteri tadi disambung dengan gen milik mikroorganisme lainnya. untuk  dapat mengumpulkan gas karbon dioksida dan cahaya matahari dan menghasilkan gas isobutyraldehyde. Titik didih yang rendah dan tekanan uap tinggi gas memungkinkannya untuk dengan mudah akan dilepas dari sistem.

Bakteri yang direkayasa dapat menghasilkan isobutanol secara langsung, namun para peneliti mengatakan saat ini lebih mudah untuk menggunakan yang sudah ada dan relatif murah proses katalisis kimia untuk mengubah isobutyraldehyde gas ke isobutanol, serta berguna lain produk-produk berbasis minyak bumi.

Selain Liao, tim peneliti termasuk penulis utama Shota Atsumi, mantan UCLA sarjana postdoctoral sekarang di UC Davis fakultas, dan UCLA sarjana postdoctoral Wendy Higashide.
Tempat yang ideal untuk sistem ini akan kekuasaan yang ada di sebelah tanaman yang mengeluarkan karbon dioksida, kata peneliti, berpotensi memungkinkan gas rumah kaca yang akan diambil dan didaur-ulang secara langsung menjadi bahan bakar cair.
“Kami terus meningkatkan kecepatan dan hasil produksi,” kata Liao. “Hambatan lain termasuk efisiensi distribusi cahaya dan pengurangan biaya bioreactor. Kami sedang mengerjakan solusi dari permasalahan tersebut.”

Sumber : http://www.curvatech.com/2010/01/09/rekayasa-bakteri-untuk-mengubah-karbon-dioksida-menjadi-bahan-bakar/

Fakta Menarik tentang Albert Einstein







Berikut ini adalah hal-hal menarik tentang albert einstein. Aku rasa semua sudah tahu kan dengan sosok Fisikawan dunia satu ini.

Berikut ini adalah hal-hal mearik dari Einstein :

1. Ketika Einstein lahir ia seorang bayi yang gemuk dan berekepala besar, (ibunya sampai-sampai menyangka ia cacat).


2. Einstein ketika masih kanak-kanak susah sekali berbicara, (Sebagai anak kecil ia susah sekali berbicara, kalau berbicara ia sangat lamabat atau terbata-bata, ini berlanjut sampai ia berumur 9 tahun).

3. Einstein di inspirasi oleh sebuah kompas, ( Ketika Einstein berumur 5 tahun terbaring di tempat tidur karena sakit ayahnya memperlihatkan kepadanya sesuatu yang menyulut minatnya pada sains benda itu adalah: Kompas).

4. Einstein gagal ujian untuk masuk ke perguruan tinggi, Dalam tahun 1895, pada usia 17 tahun, Albert Einstein masuk ke Swiss Federal Polytechnical School(Eidgenössische Technische Hochschule atau ETH). Ia lulus ujian matematika dan pelajaran sains, tapi gagal di pelajaran lainnya (sejarah, bahasa, geografi, dll)!, pernah ia masuk ke sekolah perdagangan tapi akhirnya kembali lagi ke ETH setahun kemudian.

5. Einstein mempunyai anak terlarang atau HARAM!, (Pada tahun 80an surat-surat pribadi eisntein mengungkapkan sesuatu yang baru, yaitu ia memiliki anak haram dari sesama mantan siswi Mileva Marić).

6. Einstein Mempunyai hubungan yang buruk pada anak pertamanya, (Setelah perceraiannya dengan istrinya, hubungan Einstein dengan anaknya hans Albert menjadi layaknya batu, Hans mencela ayahnya karena setelah memenagkan hadiah nobel ia htidak peduli lagi pada istrinya , sehingga mantan istrinya mendaptkan kesulitan finansial).

7. Einstein Menikahi Gadis Muda, (Sesudah Einstein menceraikan Mileva (ketidaksetiaannya didaftar sebagai salah satu sebab untuk keretakan), dia segera menikahnya sepupunya Elsa Lowenthal. Sebetulnya, Einstein juga mempertimbangkan menikah debgan Elsa’s (dari perkimpoian pertamanya) Ilse, tetapi dia berkeberatan).

8. Einstein, Pecinta Damai, tetapi mendesak FDR untuk membangun Bom Atom, (Hasilnya, 2 bom atom jatuh di hiroshima dan nagasaki).

9. Otak Einstein diawetkan di Guci selama 43 Tahun.

Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3304840

Fakta Penting tentang Astronomi


Begitu banyak Fakta-fakta menarik yang kita bisa temukan tentang alam semesta kita ini. karena semakin berkembang nya zaman. Maka, semakin banyak pula hal-hal yang baru ditemukan. Karena itu untuk postingan hal-hal menarik tentang alam semesta ini saya buat beberapa bagian yang aku mungkn nggak tahu jumlahnya. pokoknya ikuti aja terus postingannya ya nggak bakalan nyesel deh di jamin .... !

Fakta tentang alam semesta :

1. Di butuhkan waktu 8 menit untuk cahaya matahari sampai ke Bumi kita setiap paginya.

2. Walaupun Matahari berukuran besar. Ukuran Matahari sama dengan ukuran Bintang-bintang yang sering kita lihat setiap malam. Tapi jarak kita ke matahari lebih dekat dibandingkan bintang-bintang lainnya. Sehingga, terlihat seolah Matahari itu lebih besa dari bintanglainnya.

3. Petir itu lebih dua kali lebih terik dari pada Matahari.

4. Setiap tahun Bulan kita menjauh dari bumi sejauh 3 cm.

5. Venus berbeda dengan pelanet lainnya. arah rotasinya berlawanan dengan rotasi planet lainnya, yaitu dari Timur ke Barat. Sehingga mataharinya terbit dari barat.

6. Planet Neptunus belum menyelesaikan tugasnya mengelilingi Matahari sejak penemuannya 150 tahun yang lalu.

Nanti Kita sambung lagi yah ....

Sumber : htt://ezinearticles.com/?Important-Facts-to-Know-About-Astronomy&id=3810475

February 26, 2010

Bagaimana Petir bisa Terjadi ?

petir

Duar…. Glegar  …..grerrrr

Setiap hari hujan yang deras kita sering mendengar suara itu kan ?

Suara apa sih itu ?. Yap, itu suara petir. Petir kadang membuat kita kaget. tapi, tahukah kalian bagai mana petir itu bisa terjadi !!!!!. ikuti terus postingan nya ya !!!

 

Petir adalah Kilatan cahaya yang datang bersamaan dengan suara gemuruh.

Secara ilmiah, fenomena alam ini dapat diartikan sebagai proses perpindahan elektron antar awan dan bumi melalui medium udara. Penyebab terjadinya petir adalah perbedaan potensial antara awan dan bumi. Proses terjadinya petir kira-kira seperti ini, awan itu selalu bergerak terus menerus dan selama pergerakannya akan terus berinteraksi dengan awan lainnya sehingga menyebabkan muatan negatif dan positif pada awan memisah. Muatan negatif akan menempati salah satu sisi ( atas atau bawah ) dan muatan positif di sisi yang lain. Oleh karena itu lah awan bisa mengandung muatan. Sedangkan di saat yang bersamaan bumi itu selalu netral, sehingga terjadi perbedaan potensial antara awan dan bumi. Jika perbedaan potensial itu cukup besar, akan terjadi proses pembuangan elektron supaya tercapai kesetimbangan. Nah, proses pembuangan elektron inilah yang menyebabkanperpindahan arus listrik yang biasa kita lihat sebagai kilatan cahaya di musim hujan.

 

Yang jadi pertanyaan sekarang adalah, mengapa musim hujan? Mengapa petir biasa terjadi saat akan hujan sehingga petir bisa menjadi salah satu petunjuk akan turun hujan? Jawabannya adalah, karena pada saat hujan atau akan hujan, kadar air di udara menjadi tinggi sehingga daya isolator udara menurun dan menyebabkan arus lebih mudah mengalir. Terkadang petir juga terjadi antar awan karena seperti yang telah ditulis di atas, ada awan yang bermuatan positif dan ada yang bermuatan positif.

 

Biasanya petir disertai dengan suara gemuruh yang biasa disebut guruh atau biasanya sih dibilang geledek, suara yang kencang itu terjadi karena saat udara dilewati petir, terjadi pemanasan dan pemuaian udara dengan sangat cepat sehingga udara menjadi plasma dan meledak menghasilkan suara yang menggelegar.Sebenarnya proses terbentuknya suara ini terjadi bersamaan dengan saat terjadi petir, namun biasanya guruh baru terdengar setelah petir terlihat. Keterlambatan suara guruh itu terjadi karena perbedaan antara kecepatan cahaya( 3x108 m/s ) dan kecepatan bunyi di udara ( 340 m/s ).

Sesuai dengan rumus kecepatan :

S = V x t

Dengan S : jarak (m)

V : kecepatan (m/s)

t : waktu (s)

dapat dihitung jarak antara petir dan pengamat dengan berpedoman pada berapa lama suara guntur terdengar setelah petir ( karena kecepatan cahaya sangat cepat maka diabaikan ) :

1 km = 340 m/s x t

1000 m = 340 m/s x t

t = 1000 s

340

t = 2.941 s

t     = 3 s

Jadi biasanya jika suara guntur terdengar setelah selang waktu 3 detik berarti petir itu terletak sekitar 1 kilometer dari kita. Semakin kecil selang waktunya, berarti semakin dekat letak petir itu.

 

sumber : http://boimnih.multiply.com/journal/item/7/Kenapa_bisa_terjadi_petir_ya

Macam-macam Bentuk Salju

isnowx Pernakah teman-teman melihat salju ?. Memang pada daerah seperti Indonesia untuk melihat salju hanyalah sebuah mimpi belaka. Tapi pada postingan kali ini saya akan membuat teman teman lebih dekat dan kenal sama salju

Tahukah kalian kalau salju itu memiliki banyak bentuk?. Ternyata salju itu memiliki beragam bentuk menurut suhunya. Bentuk-bentuk tersebut sangat menarik dan indah. Tapi hampir semuanya memiliki bentuk segi enam.




xsimpleprisms 1. Bentuk prisma sederhana

Bentuk ini adalah bentuk yang paling dasar dari salju. Bentuk prisma ini sangat tipis sehingga sangat sulit untuk dilihat oleh mata. bentuknya mirip dengan pensil kayu.


berikut ini contohnya :

x040112b049 x050207c064 x031223d079





xstellarplate

2. Stellar Pelat

Bentuknya Kepingan salju tipis. Menyerupai piring dengan luas enam lengannya menyerupai bintang. Biasanya dihiasi dengan tanda-tanda simetris. Terbentuk ketika suhu sudah dekat -2 C (28 F) atau dekat -15 C (5F) morfologi kristal salju diagram.

Berikut ini contohnya :

x050118b081 x040122b077 x040123b025







xsectoredplates

3. Sectered pelat

Khas pegunungan yang mengarah ke sudut-sudut yang berdekatan antara prisma segi. sisi-sisinya terbagi dalam enam bagian yang sama besar.


Berikut ini contohnya :

x040217a036 x050121a062 x050207a069






xstellardendrite

4. Stellar Dendrit

Dendrit artinya “seperti pohon”, jadi bintang dendrit adalah pelat kristal salju yang memiliki cabang-cabang. Ukurannya cukup besar, dengan diameter 2-4 mm. Kristal ini mudah dilihat dengan mata telanjang.



Berikut ini contohya :

x041219b055 x050207a039 x031224a130




xfernlike

5. Stellar Ferlike Dendrit

Bentuknya menyerupai pakis. kristal salju ini adalah kristal salju terbesar dengan ukuran 5 mm atau lebih.

Berikut ini contohnya :

xDscn1714a x040219a031 x050207a045






xhollowcolumn

6. Hollow Kolom

Berbentuk Tabung dengan lubang kerucut di dalamnya. bentuknya kecil sehingga membutuhkan kaca pembesar untuk melihatnya.

Berikut ini contohnya :

x050207c060 x050118a087 x050118a089






xneedles

7. Jarum

Kristal es yang terbentuk pada suhu 5 C (23 F). Jika kita lihat dengan mata telanjang akan menyerupai rambut uban yang berukuran kecil.

Berikut ini contohnya :

x050118a071 x050118a081 x050118a050






xcappedcolumn

8. Capped Colom

Kristal ini perubahan dari kristal-kristal sebelumnya. Sangat sulit di temukan saat hujan salju. Tapi, kita bisa menemukannya jika kita memang mencarinya dengan serius.


Berikut ini contohnya :

x050118a072 x031223d046 x040122a018






xdoubleplate

9. Pelat Ganda

Perubahan dari capped kolom yang tingginya menyusut oleh keadaan suhu. jarang di temukan, kecuali kita mencarinya dengan seksama.

Berikut ini contohnya :

x031229a037 x031229a049






xsplitplates

10. Split Pelat dan Bintang

Kristal ini perubahan dari pelat ganda. Bentuknya terlihat seperti 2 kristal es yang mengalami penggabungan.

Berikut ini contohnya :

x050208a008 x041219b050 x050207d123






xtriangular

11. Kristal Segitiga

Kristal es dengan bentuk hampir menyerupai segitiga. Tapi tetap dengan enam sisi. biasa terjadi pada suhu -2 C (28 F). Tapi pada kenyataannya sangat jarang terjadi.


Berikut ini Contohnya :

x040122b059 x050207d098 x040112b060






xbulletrosette

12. Peluru Mawar

Nukleasi butir es yang menghasilkan beberapa kristal dan terbentuk secara acak. Kadang-kadang menghasilkan kolom-kolom yang unik. jika bentuk ini terpotong akan menghasilkan peluru-peluru berbentuk kristal.


Berikut ini contohnya :

x050207d099 x050118a077 x050121a024







xradiatingdend

13. Dendrit yang menyebar

Ketika Polykristal terbentuk biasanya juga membentuk kristal salju ini. dan memiliki cabang-cabang lebih banyak dari jenis dendrit lainnya.

Berikut ini contohnya :

x040219a022






xrimed

14. Kristal Rimed

Bentuk ini yaitu bentuk dimana kristal-kristal salju di dalamnya masih terdapat butiran-butiran air.

Berikut ini contohnya :

x040122a078 x040122c024 x050207b074






15. Tidak beraturan

Salju ini sulit di identifikasi karena bentuknya sudah tidak beraturan lagi. Biasanya mereka saling berkelompok dengan bentuk-bentuk yang tidak sempurna lagi

Berikut ini contohnya :

x050113a003 x050207c116








Semoga Postingan ini bermanfaat bagi teman-teman. Dan dapat menambah pengetahuan kita bersama.

Sumber : http://www.its.caltech.edu/~atomic/snowcrystals/class/class.htm